Rabu, 18 September 2019

Assalamualikum wr.wb....

Apa kabar kawan semua ? semoga baik dan  selalu dalam lindungan Allah SWT. aamiin...

Kembali lagi bersama saya Putri Derma RM. Kali ini saya akan membahas tentang "Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran di Era Revolusi 4.0.(four point zero)".Yang mana untuk memenuhi tugas mata kuliah" Media dan Teknologi"yang di ampu oleh Ibu Hana Lestari, M.Pd.
Bagaimana menarik bukan? materi yang akan kita bahas kali ini.
Semoga bermanfaat untuk kawan semua.
Selamat membaca.


  • Teknologi Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0

 Dunia memang tengah memasuki era revolusi industri 4.0. Era di mana terjadinya disruptif teknologi. Melalui disrupsi tersebut, hadirlah berbagai teknologi canggih yang memiliki peran besar dalam kehidupan manusia pada masa mendatang, seperti internet seluler berkecepatan tinggi, kecerdasan buatan, maha data, dan teknologi cloud. Selain memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kehidupan manusia, teknologi-teknologi tersebut juga merupakan ujung tombak banyak perusahaan untuk mengubah pola kerja mereka.



 World Economic Forum (WEF) pada 2018 bahkan menyebutkan banyak perusahaan yang akan melakukan investasi besar-besaran untuk mengembangkan teknologi tersebut pada periode 2018 hingga 2022. Akibatnya, WEF memprediksi akan ada sekitar 75 juta peran pekerjaan saat ini yang tergantikan dengan mesin dan algoritma. Sementara itu, 133 juta peran pekerjaan baru diprediksi akan hadir pada periode tersebut. Melalui laman resminya, WEF menyebutkan pekerjaan, seperti Analis Data, Pengembang Perangkat Lunak, Pengembang Aplikasi, E-commerce, dan Media Sosial Spesialis akan tumbuh subur. Ini artinya, pekerjaan yang secara langsung bersentuhan dengan penggunaan teknologi dan data akan mengalami peningkatan secara signifikan.




  Beberapa faktor di atas tentu dapat menjadi pertimbangan banyak orang saat ini untuk menentukan pilihan karir di masa depan, salah satunya dengan memilih program studi yang tepat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Sementara itu, perguruan tinggi selaku lembaga pendidikan juga memiliki peran besar dalam menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dalam hal ini, lembaga pendidikan wajib memfasilitasi mahasiswa dan memberikan pendidikan berkualitas untuk bisa berkompetisi secara global. 

  • Teknologi Pembelajaran di Era Revolusi Industri Four Point Zero




  Menghadapi tantangan yang besar era revolusi industri 4.0 ini, maka pendidikan dituntut untuk berubah juga karena kita hanya disungguhkan dua pilihan yaitu berubah atau mati. Termasuk pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Era pendidikan yang dipengaruhi oleh revolusi industri 4.0 disebut Pendidikan 4.0 yang bercirikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran dikenal dengan sistem siber (cyber sistem ) dan mampu membuat proses pembelajaran berlangsung secara kontinu tanpa batas ruang dan tanpa batas waktu.

  Tantangan pendidikan pada era revolusi industri 4.0 ini khususnya di Indonesia bukan lagi hanya berbicara pada masalah klasik yaitu pemerataan dan pemenuhan akses, sarana prasarana Pendidikan tetapi juga berbicara mutu lulusan yang mampu bersaing dengan tuntutan perkembangan. Pendidik dituntut untuk bisa beradaptasi dengan zaman, dituntut menguasai lebih duluan teknologi agar dapat menyesuaikan dengan peserta didik, jangan sampai peserta didik sudah berada pada revolusi industry 3.0 sementara pendidiki masih seputar revolusi industry 2.0, peserta didik sudah memasuki era digital 4.0 sedangkan guru masih bergelut pada era 3.0 kalau sudah situasi demikian yang terjadi maka dipastikan pincang sehingga titik temu antara guru dengan peserta didik tidak akan ada. Meskipun perkembangan Pendidikan belum bisa secara optimal mengikuti kecepatan akibat revolusi industri tersebut  tetapi salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 ini adalah melalui peningkatan kualitas guru agar mampu mengajarkan materi dengan pendekatan penerapan penggunaan Teknologi informasi (TI) dalam proses belajar mengajar kalau tidak maka akan semakin jauh ketinggalan oleh zaman dan ini berefek pada mutu lulusan.
  Seorang pendidik harus bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap jenjang pendidikan. Upaya ini dilakukan agar dapat mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dengan kompetensi global dan mampu beradaptasi pada era yang ada, meskipun teknologi informasi berkembang demikian cepat dan sumber-sumber belajar begitu mudah diperoleh, peran guru sebagai pendidik tidak dapat tergantikan oleh kemajuan teknologi tersebut ketika mampu beradaptasi.
Tantangan seorang pendidik tidak berhenti pada kemampuan menerapkan teknologi informasi pada proses belajar mengajar akan tetapi  ada 6 kompetensi yang diharapkan dimiliki guru 4.0 yaitu :
Pertama, Critical Thinking and Problem solving (keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah). Yaitu kemampuan untuk memahami sebuah masalah yang rumit, mengkoneksikan informasi satu dengan informasi lain, sehingga akhirnya muncul berbagai perspektif, dan menemukan solusi dari suatu permasalahan. Kompetensi ini dimaknai kemampuan menalar, memahami dan membuat pilihan yang rumit; memahami interkoneksi antara sistem, menyusun, mengungkapkan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah. ini sangat penting dimiliki peserta didik dalam pembelajaran abad ke 21. Guru era 4.0 harus mampu meramu pembelajaran sehingga dapat mengekspor kompetensi ini kepada peserta didik.
Kedua, Communication and collaborative skill ( keterampilan komunikasi dan kolaborasi). kemampuan berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang harus diterapkan guru dalam pembelajaran guna mengkonstruksi kompetensi komunikasi dan kolaborasi.
Ketiga, Creativity and innovative skill ( keterampilan berpikir kreatif dan inovasi). Revolusi mengkehendaki peserta didik untuk selalu berpikir kreatif dan inovatif, ini perlu agar mampu bersaing dan menciptakan lapangan kerja berbasisi revolusi industry 4.0. Tentu seorang guru harus terlebih dahulu dapat kreatif dan inovasi agar bisa menularkan kepada peserta didiknya.
Keempat, Information and communication technology literacy ( Literasi teknologi informasi dan komunikasi ). Literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi kewajiban guru 4.0, ini harus dilakukan agar tidak ketinggalan dengan peserta didik. Literasi Teknologi infomasi dan komunikasi merupakan dasar yang harus dikuasai agar mampu menghasilkan peserta didik yang siap bersaing dalam menghadapi revolusi industry 4.0.

Demikian materi yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat untuk kawan kawan semua.
Dan saya ucapkan Terima Kasih telah mengunjungi blog saya.

wassalamualikum wr.wb....



                                                   

Kamis, 25 Juli 2019


Assalamualikum Wr.Wb
Bagaimana kabar kawan semua? Saya yakin kalian dalam keadaan sehat wala'fiat. Semoga Allah SWT selalu memberikan nikmat sehat dan karunianya untuk kita semua.

Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan yang telah mengunjungi blog saya.
Saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu, karna ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang.Oleh karena itu Perkenalkan saya Putri Derma RM Mahasiswi dari Institut Agama Islam Sahid Bogor Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).Di sini saya akan sedikit berbagi pengalaman dari kunjungan saya ke PP IPTEK yang bertempat di Taman Mini Indonesia Indah(TMII).Dan saya akan memamparkan Alat peraga yang sudah saya temukan di PP IPTEK akan tetapi saya akan menjelaskan satu alat peraga saja.

Sebelum berlanjut ke pokok materi saya akan memamparkan terlebih dahulu apa itu alat peraga?


Alat Peraga Merupakan suatu alat bantu yang digunakan pengajar untuk memberikan pengajaran kepada murid yang tujuannya agar siswa atau pelajar mampu mempelajari sesuatu bidang yang dipelajari, lebih cepat memahami dan mengerti, dan lebih efektif serta efisien,  intinya bahwa alat peraga merupakan salah satu komponen penentu efektivitas belajar dimana alat peraga mengubah materi ajar yang abstrak menjadi kongkrit dan realistik.

Alat Peraga digunakan mulai dari tingkat SD/MI sampai Mahasiswa, begitu banyaknya penggunaan serta aplikasi alat peraga mulai dari gambar, peta, papan tulis hingga ke sistem alat uji dan monitoring yang begitu kompleks menjadi acuan dalam menentukan alat peraga yang baik, dan memberikan kemudahannya sesuai dengan tujuannya.

Setelah ini kita lanjut ke pokok materi yang akan saya bahas yaitu alat peraga PUZZLE MENYUSUN TUBUH
Di bawah ini adalah Alat peraga penyusun tubuh yang saya dapat dari PP IPTEK.




Dari  gambar di atas terlihat mudah bukan alat peraga ini?
Di bawah ini gambarnya sudah tampak jelas
 


Alat Peraga ini yang saya lihat di PP IPTEK terbuat dari kayu dan di tempelkan menggunakan magnet.Untuk mempermudah kita agar alat ini bisa di aplikasikan di sekolah SD/MI maka saya sederhanakan menggunakan puzzle yang terbuat dari kertas.

Kerangka manusia dari kertas sangat menyenangkan untuk dimiliki. Kerangka ini sangat populer untuk digunakan saat belajar anatomi tubuh, sebagai dekorasi Halloween, atau hanya untuk bersenang-senang. Membuat kerangka manusia dari kertas di rumah dapat membantu Anda mengerti mengenai tulang, sekaligus menjadi aktivitas yang menyenangkan.
Bagian 1
 Membuat Kerangka Manusia dari Kertas 
       1. Pilih Kertas yang akan di gunakan.  
  •    Kertas yang di gunakan bisa berupa kertas mesin pencetak,kertas cardstock atau piring kertas.
2. Carilah gambar kerangka manusia untuk di gunakan sebagai model.
  • Lebih baik menggunakan gambar yang berbentuk animasi.Kalian bisa temukan di internet.



3. Bagi gambar kerangka menjadi beberapa bagian. 
  •  Pisahkan menjadi beberapa bagian. Setiap bagian kerangka akan dicetak dalam selembar kertas, kertas cardstock, atau piring kertas.
    • Tengkorak (kepala)
    • Tulang panggul
    • 2 Tulang lengan atas
    • 2 Tulang lengan bawah dengan tangan
    • 2 Tulang paha
    • 2 Tulang betis dengan kaki



Bagian 2 
 Membuat Bagian-Bagian Kerangka

  1. Gabungkan lengan.
    Tangan manusia terdiri dari dua bagian, bagian lengan atas dan lengan bawah. Gunakan kertas mesin pencetak atau kertas cardstock untuk setiap bagian lengan. Cetak gambar kerangka yang sudah dicari, atau gunakan gambar tersebut untuk menjadi contoh untuk digambar.
    • Peserta didik di arahkan untuk menggambar tulang lengan atas dan lengan bawah seperti contoh yang sudah anda berikan.
  1. Potong gambar lengan.



    • Gunakan gunting untuk memotong lengan.  
  2. Gambar kaki. Tulang kaki mirip dengan tulang lengan. Tulang tersebut memiliki dua bagian, tulang bagian atas dan tulang bagian bawah.


    •     Sesudah Anda menggambar tulang kaki, potong menggunakan gunting.
    4. Potong gambar kaki. Gunakan gunting untuk memotong garis di sekitar kaki.

    5. Gambar tulang rusuk dan tulang panggul.



    •     Lalu potong menggunakan gunting.
    6.Gambar tengkorak.


    Pastikan untuk menggambar dua lobang mata dan lobang hidung.
    • Untuk detail lebih mengenai tengkorak, gambar gigi atas dan juga bawah.
Bagian 3
 Memasang Bagian-Bagian Kerangka Lubangi kertas. 

 Gunakan pembolong kertas untuk membuat lubang untuk menggabungkan bagian-bagian kerangka.
Jika Anda tidak mempunyai pembolong kertas, gunakan gunting atau pisau.

    • Lubangi pada bagian atas tengkorak
    • Lubangi pada bagian atas tulang rusuk untuk menggabungkan tengkorak dan di bawah tulang rusuk untuk menggabungkan tulang panggul.
    • Lubangi pada bagian atas tulang panggul
    • Lubangi pada bagian atas dan bawah lengan atas dan lengan bawah.
    • Lubangi pada bagian atas tulang paha dan tulang betis.
    • Pilih pengkait. Bagian kerangka bisa disambungkan dengan menggunakan benang atau kancing kuningan.
      .
    • Kancing kuningan dapat Anda temukan di toko buku atau toko alat perlengkapan kantor.
    • Benang membantu kerangka untuk bisa bergerak. Kancing kuningan dapat diikat erat untuk menahan posisi tulang-tulang. Sambungkan bagian-bagian keranga, dan kencangkan kerangka menggunakan kancing kuningan.
    • Sambungkan bagian bawah tengkorak dengan bagian atas tulang rusuk
    • Kencangkan tulang paha di setiap sisi tulang panggul.
    • Sambungkan tulang belikat dengan lengan bagian atas.
    • Sambungkan lengan bagian bawah dengan lengan atas dan tulang betis dengan tulang betis.
Hal yang Anda Butuhkan
  • Gunting
  • Kancing kuningan atau benang
  • Kertas untuk mesin pencetak, kertas cardstock, atau piring kertas
Demikian penjelasan yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf,semoga artikel yang saya buat bisa bermanfaat bagi kawan di mana pun kalian berada.Terima Kasih,sampai jumpa di artikel yang akan saya buat selanjutnya.

Asalamualaikum Wr. Wb..
Bagaimana kabar kawan semua..? Semoga kawan semua selalu di beri kesehatan.. Aamiin
Baik lah di blog kali ini saya akan memberikan contoh RPP yang baik.. Semoga bermanfaat yah untuk kawan semua..



KURIKULUM 2013
Perangkat Pembelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan        :      _________________________________
Kelas / Semester             :      IV (Empat) / 1
Tema 3                                     :      Peduli Terhadap Makhluk Hidup
Sub Tema 1                          :      Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan Rumahku
Pembelajaran                     :      2
Alokasi Waktu                    :      1 x Pertemuan (2 x 35 menit)


A.       KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1   :   Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2   :   Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
KI 3   :   Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca dan menanya) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4   :   Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia.
B.       KOMPETENSI DASAR (KD) & INDIKATOR
IPA
Kompetensi Dasar (KD)
3.1        Menjelaskan bentuk luar tubuh hewan dan tumbuhan dan fungsinya
4.1        Menuliskan hasil pengamatan tentang bentuk luar (morfologi) tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya
Indikator :
Membedakan serangga dan laba-laba
C.       TUJUAN PEMBELAJARAN
1.       Dengan berdiskusi dan menjawab pertanyaan, siswa mampu menggali informasi dari teks laporan pengamatan tentang hewan dengan baik.
2.       Setelah melakukan pengamatan, siswa mampu membedakan serangga dan laba-laba dengan benar.
3.       Dengan permainan, siswa mampu mempraktikkan gerak dasar untuk membentuk gerakan dasar atletik jalan dan lari dengan teknik yang benar.
4.       Setelah mengamati gambar dan diskusi, siswa mampu menghubungkan suatu akibat dengan tindakan yang dilakukan manusia dengan benar.

D.       MATERI PEMBELAJARAN
·         Melaporkan hasil pengamatan tentang hewan
·         Mempraktikkan keterampilan dasar atletik melalui permainan
·         Mendiskusikan sikap peduli terhadap hewan

E.       METODE PEMBELAJARAN
·         Pendekatan   : Saintifik
·         Metode          :   Permainan/simulasi, diskusi, tanya jawab, penugasan dan ceramah

F.       KEGIATAN  PEMBELAJARAN
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi
Waktu
Pendahuluan
·         Guru memberikan salam dan mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing.
·         Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
·         Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan yaitu tentangPeduli Terhadap Makhluk Hidup”.
·         Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengomunikasikan dan menyimpulkan.

10 menit
Inti
·         Siswa menggambar dan menulis teks deskriptif berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di rumah dan menuliskan di kolom yang telah disediakan di buku siswa. (Mengasosiasi)
·         Siswa melengkapi gambar dan tabel di buku siswa setelah melakukan pengamatan terhadap laba-laba dan serangga yang mereka bawa dari rumah.
·         Siswa melengkapi gambar laba-laba dan serangga yang belum sempurna.
·         Siswa membuat diagram Venn tentang persamaan dan perbedaan antara laba-laba dan serangga yang dibawa dari rumah.
·         Siswa diarahkan oleh guru menuju lapangan sekolah. (Mengekplorasi)
·         Mereka diminta berbaris secara tertib. Tiba di lapangan guru terlebih dahulu melakukan pemanasan.
·         Siswa melakukan permainan dalam bentuk jalan dan lari sambil menjelaskan perbedaan jalan dan lari.
·         Siswa diperkenalkan pada permainan Burung Pelatuk dan Serangga. (Mengkomunikasikan)
·         Guru menyampaikan bahwa seperti halnya manusia, hewan juga membutuhkan kasih sayang.
·         Mereka ingin hidup tenang di alam bebas. Namun, hak mereka menjadi terganggu ketika manusia merusak tempat tinggal mereka dan bahkan mengurung mereka dalam sangkar atau kandang.
·         Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat di buku siswa. (Mengkomunikasikan)

50 Menit
Penutup
·         Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama sehari
·         Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
·         Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran yang telah diikuti.
·         Melakukan penilaian hasil belajar
·    Mengajak semua siswa berdo’a menurutagama dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran)

10 menit

G.       SUMBER DAN  MEDIA PEMBELAJARAN
-Buku Pedoman Guru Tema : Peduli Terhadap Makhluk Hidup Kelas 4 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013).
-Buku Siswa Tema : Peduli Terhadap Makhluk Hidup Kelas 4 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013).
-Laba-laba dan serangga.

H.       PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR
Diagram Venn persamaan dan perbedaan laba-laba dan serangga dinilai dengan daftar periksa. (IPA)
Kriteria
Keterangan
Ya
Tidak
Saya mampu menyebutkan sedikitnya 3 persamaan laba-laba dan serangga


Saya mampu menyebutkan sedikitnyaan 3 perbedaan laba-laba dan serangga


          

  • ·        Penilaian sikap (cinta lingkungan,menghargai,peduli) 
               catatan pengamatan sikap dan keterampilan

    .......................................................................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................................................................
 .......................................................................................................................................................................................................

  • ·         Catatan pengamatan sikap dan keterampilan

                (catat sikap dan keterampilan yang menjadi fokus)
. ........................................................................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................................................................


Catatan:
1.      Guru dapat menggunakan kata-kata berikutuntuk menyatakan kualitas sikap dan keterampilan
-Belum terlihat
-Mulai terlihat
-Mulai berkembang
-Sudah terlihat /membudaya
2.      Setiap hari guru dapat menilai minimal 6 siswa atau disesuaikan dengan jumlah siswa di kelas

-


          Penilaian sikap teliti, kreatif, rasa ingin tahu.
No
Sikap
Belum Terlihat
Mulai Terlihat
Mulai Ber-kembang
Membu-daya
Ket.
1
Teliti





2
Bertanggung Jawab





3
Disiplin









Mengetahui
Kepala Sekolah,




( ___________________ )
NIP ..................................


Guru Kelas IV




( ___________________ )
NIP ..................................


Sekian untuk kesempatan kali ini,sampai jumpa di kesempatan selanjutnya......
 Terima kasih.
wassalamualaikum Wr.Wb